HOME





Resepsi Diplomatik 21 Agustus 2007
 

Pada hari Selasa, tanggal 21 Agustus 2007 makam hari, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bandar Seri Begawan telah menyelenggarakan acara Resepsi Diplomatik di Gedung International Convention Center (ICC) Berakas. Sebagai tamu kehormatan mewakili Pemerintah Negara Brunei Darussalam adalah Menteri Pendidikan Brunei Darussalam, Pehin Orang Kaya Seri Lela Dato Seri Setia Awang Haji Abdul Rahman bin Dato Setia Haji Mohamed Taib yang didampingi isteri, Datin Hajah Edah binti Haji Mohd. Noor. Acara resepsi diplomatik tersebut dihadiri oleh sekitar 500 orang, yang terdiri dari para duta besar dan kalangan diplomatik, pejabat pemerintah, Kepala Polis Diraja Brunei, Panglima Angkatan Bersenjata Diraja Brunei, petinggi militer lainnya, tokoh masyarakat setempat serta masyarakat Indonesia yang tinggal dan bekerja di Brunei Darussalam.

                Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Bapak Herijanto Soeprapto dalam kata sambutannya antara lain menekankan bahwa sejak dijalinnya hubungan diplomatik Indonesia – Brunei Darussalam 23 tahun yang lalu tepatnya tanggal 1 Januari 1984, hubungan kedua negara makin meningkat bahkan memperlihatkan perkembangan yang cukup signifikan, yang ditandai dengan meningkatnya volume pertukaran kunjungan pejabat tinggi kedua negara. Setelah Kunjungan Kenegaraan Presiden RI Dr. Susilo Bambang Yudhoyono ke Brunei Darussalam pada bulan Februari 2006 dan kemudian diikuti dengan kunjungan Ketua DPR-RI Bapak Agung Laksono pada bulan Maret 2006. Disamping itu, Indonesia ikut ambil bagian dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan di Brunei Darussalam. Pada waktu penyelenggaraan Peringatan Hari Keputeraan Ke-60 Sultan Haji Hassanal Bolkiah tahun 2006, Indonesia telah mengirimkan kontingen untuk ikut serta pada “Brunei International Tattoo” dan kunjungan kadet bersama kapal latih “Dewa Ruci” ke Brunei Darussalam. Sementara pada Hari Keputeraan ke-61 Sultan Haji Hassanal Bolkiah, Indonesia ikut serta pada pameran industry pertahanan “BRIDEX 2007”. Duta Besar selanjutnya menambahkan bahwa setelah bencana gempa tsunami di Aceh dan Sumatera Utara pada bulan Desember 2004, Pemerintah Brunei Darussalam telah memberikan bantuan sebesar B$2 juta untuk pembangunan kembali Aceh melalui pembangunan perumahan yang disebut  “Brunei Village” di Desa Memplam, Aceh. Dalam hubungan itu Presiden Dr. Susilo Bambang Yudhoyono telah memberikan bintang “Santya Lencana Dharma Nusa” kepada 22 orang kontingen Brunei Darussalam yang tergabung kedalam “Aceh Monitoring Mission (AMM)”, yang penyematannya dilakukan pada tanggal 11 Mei 2007 di Bandar Seri Begawan.

                Disamping menyajikan masakan Indonesia yang dilakukan oleh catering setempat, seperti rendang daging sapi, opor ayam penyek, acara resepsi juga dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian seperti lagu dan tari serta peragaan busana oleh Staf KBRI dan putera-puterinya serta masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam. Adapun seni tari yang ditampilkan adalah : tari “Merak Subal”, tari “Payung” dan tari “Yapong”, sementera seni lagu yang diperdengarkan adalah : “Bengawan Solo”, “Widuri” dan “Kemesraan”. Sementara peragaan busana yang ditampilkan adalah pakaian daerah dari 9 etnis Indonesia yaitu : Aceh, Minangkabau, Betawi, Yogyakarta, Jawa Tengah, Madura, Bali, Makasar dan Maluku. Acara pertunjukan kesenian ditutup dengan nyanyian “Kemesraan” yang  juga diikuti oleh seluruh penari, penyanyi dan ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan yang terlibat dalam pementasan kesenian tersebut.

                Dalam kaitannya dengan upaya promosi, para tamu yang hadir pada acara resepsi tersebut juga diberi souvenir dalam kantong yang berisi produk-produk Indonesia seperti teh serta brosur-brosur mengenai obyek wisata di Indonesia. Dengan souvenir tersebut diharapkan akan dapat mempromosikan produk Indonesia di Brunei Darussalam, serta mendorong mereka untuk berkunjung ke Indonesia. Para undangan yang hadir pada acara resepsi diplomatik nampak sangat tertarik terhadap acara penampilan kesenian, termasuk banyak yang mengambil foto-foto dokumentasi atas penyajian tari-tarian yang dilakukan oleh putera-puteri dari staf KBRI dan masyarakat Indonesia. Para tamu undangan umumnya tidak beranjak dari tempat duduk untuk meninggalkan Gedung ICC sebelum pementasan kesenian berakhir.

 

 


| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam