HOME





 

Shalat Ghaib Berjamaah

 
Dalam menanggapi fenomena alam berupa musibah bencana gempa tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bandar Seri Begawan telah melakukan upaya yang paling prinsip dan mendasar yakni menyelenggarakan Shalat Ghaib pada hari Senin, tanggal 30 Mei 2006 untuk para korban yang telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Mereka telah memperoleh kepastian dalam mengarungi kehidupan dalam satu tabung ajal yakni ruang dan waktu tertentu. Bagi kita yang masih diberi kesempatan melayari satu tabung ajal diwajibkan memberikan pelayanan dalam bentuk doa melalui shalat ghaib dengan satu senandung harap semoga Allah mengampuni segenap dosa dan kesalahan mereka ketika hidup dan mengangkat mereka kelak di akhirat dalam kehidupan sorgawi.
 
Shalat ghaib yang dilaksanakan di Aula KBRI Bandar Seri Begawan dihadiri oleh Duta Besar LBBP RI, Bapak Herijanto Soeprapto dan diikuti oleh lebih dari 150 orang warga Negara Indonesia dan keluarganya yang bermukim di Brunei Darussalam. Shalat ghaib tersebut dilaksanakan setelah shalat ‘isya yang dipimpin oleh Ustadz Hj. Khairul Manan bin Hawawi, guru pada Institute Tahfiz Sultan Haji Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan. Setelah shalat ghaib dilaksanakan, dilakukan pembacaan surat Yaasin yang dipimpin oleh Ustadz Haji Dr. Abdurrahman Haqqi, dosen senior pada Islamic Studies Institute of Sultan Haji Omar Ali Syaifuddien, University of Brunei Darussalam. Pada saat dilaksanakan shalat ghaib berjamaah, jumlah korban gempa bumi telah mencapai sekitar 5.135 orang. Ustadz Dr. Abdurrahman Haqqi telah menyampaikan hikmah dari musibah gempa bumi yang menimpa DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.
 
Bapak Duta Besar LBBP RI dalam sambutannya telah menyampaikan bahwa Sultan dan Yang Dipertuan di Brunei Darussalam telah mengirimkan ucapan belasungkawa yang mendalam atas musibah bencana gempa bumi yang menimpa Indonesia. Bapak Duta Besar juga menyampaikan penghargaan kepada para sahabat warga Brunei Darussalam dan warga Indonesia yang telah memberikan simpati dan bantuan kepada para korban gempa.
 
Rangkaian kegiatan shalat ghaib berjamaah kemudian disimpulkan dengan presentasi mengenai “Gejala gempa bumi dan tips untuk mengantisipasinya” yang disampaikan oleh Haji Agus S. Djamil, seorang pakar geologi Indonesia yang bekerja pada Kantor Jabatan Perdana Menteri, Negara Brunei Darussalam. Penceramah telah menerangkan proses terjadinya gempa yang memiliki pusat gempa di Samudera Hindia sekitar 37 km sebelah selatan Yogyakarta pada tanggal 27 Mei 2006. Pada akhir presentasi, penceramah memberikan beberapa peringatan dini dan tips untuk menyelamatkan diri dalam mengantisipasi akibat gempa bumi.
 

Copyright (c) August 2006 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam