![]() |
|
|
|
|||||||||
|
KUNJUNGAN KENEGARAAN SULTAN BRUNEI
DARUSSALAM |
|||||||||
|
Kunjungan Sultan Hassanal Bolkiah ke Indonesia tanggal 7 - 11 April 2003 yang lalu merupakan kunjungan kenegaraan kedua, setelah kunjungan kenegaraan pertamanya pada bulan Oktober 1984. Kunjungan tersebut menandai babak baru dalam hubungan bilateral Indonesia – Brunei Darussalam dan mengisyaratkan tekad kedua pemimpin bagi peningkatan hubungan dan kerjasama kedua negara di berbagai bidang yang selama ini telah terjalin dengan baik. Pertemuan bilateral antara Delegasi Brunei dan Indonesia yang membahas usaha-usaha peningkatan hubungan bilateral kedua negara telah memperoleh hasil positif dalam rangka meningkatkan saling pengertian dan menjajaki bidang-bidang kongkrit dalam hubungan kerjasama kedua negara. Selama kunjungan Sultan Hassanal Bolkiah telah dicapai beberapa komitmen yang perlu segera ditindaklanjuti dalam tataran teknis antara kedua negara seperti yang terangkum dalam Joint Press Statement yang dikeluarkan setelah selesainya pembicaraan antara kedua Kepala Negara antara lain: a. Penyelenggaraan Sidang Komisi Bersama Indonesia-Brunei yang akan menggarap bidang-bidang kerjasama kongkrit antara kedua negara akan menjadi prioritas bagi kedua belah pihak; b. Kesepakatan kedua pihak untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan kerjasama investasi kedua negara termasuk penggalakkan sektor swasta untuk ambil peranan serta menjajaki pembentukan business council; c. Pengakuan terhadap peranan dan kontribusi Tenaga Kerja Indonesia dalam pembangunan di Brunei serta sambutan terhadap Tenaga Kerja Indonesia yang serumpun khususnya terhadap tenaga-tenaga trampil (skilled); d. Kesepakatan untuk menjajagi dalam kerjasama perminyakan khususnya dalam bidang peningkatan sumber daya manusia antara kedua negara; e. Komitmen terhadap usaha revitalisasi kerjasama Brunei Darussalam – Indonesia – Malaysia – Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA); f. Sambutan terhadap kerjasama di bidang kebahasaan dalam kerangka MABBIM (Majelis Bahasa Brunei, Indonesia, Malaysia) dan kerjasama di bidang agama dalam kerangka MABIMS (Majelis Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura). Kunjungan Sultan ke fasilitas-fasilitas militer dan berhasilnya penandatanganan MOU tentang Kerjasama di bidang Kerjasama Pertahanan antara kedua negara di samping akan memberikan payung terhadap kerjasama yang telah berlangsung selama ini diharapkan juga akan lebih memantapkan kerjasama-kerjasama teknis lain yang dicakup dalam MOU tersebut. Pemberian gelar Doktor HC kepada Sultan Hassanal Bolkiah oleh Universitas Gadjah Mada telah menjadikan Sultan Hassanal Bolkiah sebagai salah satu alumnus dan juga ajakan Sultan Hassanal Bolkiah terhadap mahasiswa Universitas Gadjah Mada untuk belajar di Universitas Brunei Darussalam telah membuka peluang untuk dibuatnya suatu MOU di bidang pendidikan antara kedua negara atau pun antara kedua Universitas. Secara umum kunjungan kenegaraan Sultan Hassanal Bolkiah ke Indonesia dapat dinilai sukses dan berjalan lancar, baik dari segi substansi maupun teknis pelaksanaan/aspek-aspek protokoler terlihat dari kunjungan yang semula dijadwalkan untuk tiga hari berkembang menjadi lima hari. Dari segi substansi dalam kunjungan ini berhasil dicapai beberapa komitmen-komitmen tingkat atas seperti MOU Bidang Kerjasama Pertahanan, usaha-usaha peningkatan kerjasama perdagangan, kerjasama di bidang pendidikan, sektor tenaga kerja, kerjasama di bidang perminyakan dan lain-lain yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti pada tingkat teknis. Peliputan mass media terhadap kunjungan cukup memadai baik dari mass media di Indonesia dan terutamanya peliputan pada mass media di Brunei Darussalam cukup mendapat perhatian khusus dan besar-besaran seperti terlihat dalam sajian gambar-gambar dalam buletin kita ini. (Sumber: Buletin KBRI oleh Bidang Penerangan KBRI Bandar Seri Begawan Edisi April 2003) |
||||||||

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam