-
-
Wakapolri
Hadiri Konperensi Ke-28 ASEANAPOL di Brunei
Darussalam
-
-
Borneo
Bulletin, Edisi 27 Mei 2008, Foto: Jason Leong
-
Wakapolri, Komjend. Pol. Drs. R. Makbul
Padmanagara baru-baru ini memimpin Delegasi
Indonesia menghadiri Konperensi ke-28 Kepolisian
Negara-negara ASEAN atau ASEANAPOL di
Empire Hotel & Country Club, Jerudong (sekitar
30 kilometer dari Bandar Seri Begawan),
Brunei Darussalam tanggal 26 – 28 Mei 2008.
Selain Delegasi Indonesia, Konperensi tersebut
dihadiri pula oleh Delegasi negara-negara ASEAN,
negara-negara Mitra Dialog ASEAN seperti Jepang,
China dan Korea Selatan, serta Australia dan New
Zealand. Ikut menghadiri Konperensi dimaksud
wakil-wakil Sekretariat ASEAN dan organisasi
kerjasama kepolisian dunia “International
Criminal Police Organization” (ICPO)
Interpol yang bermarkas di Lyon, Perancis.
|
 |
 |
|
Brunei Times, Edisi 27 Mei 2008, Foto; Azrol
Azmi |
Konperensi ke-28 ASEANAPOL dibuka secara resmi
pada tanggal 26 Mei 2008 oleh Putera Mahkota
Kesultanan Brunei Darussalam, Prince Haji
Al-Muhtadee Billah bin Sultan Haji Hassanal
Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah.
Selain seluruh anggota Delegasi negara-negara
peserta, hadir pula pada acara pembukaan para
Duta Besar dan perwakilan negara-negara ASEAN,
termasuk Dubes RI untuk Negara Brunei
Darussalam. Pada sore hari yang sama, seluruh
Ketua Delegasi, termasuk Wakapolri dan Ibu Euis
Trisnaningsih melakukan audiensi dengan Sultan
dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam,
Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin
Waddaulah, Permaisuri Raja Isteri Pengiran Anak
Hajah Saleha dan Pengiran Isteri Azrinaz Mazhar,
bertempat di Istana Nurul Iman, Bandar Seri
Begawan.
Delegasi Indonesia terdiri dari para perwira
Kepolisian RI (Polri) dari berbagai unit atau
kesatuan yang relevan dengan isu-isu yang
diagendakan dibahas pada Konperensi ke-28
ASEANAPOL. Isu-isu yang dibahas meliputi upaya
kerjasama mendeteksi dan mengatasi kejahatan
tradisional dan non-tradisional, mulai dari
kejahatan lintas batas negara (transnational
crime), lalu lintas perdagangan orang, aksi
bajak laut, penyelundupan senjata, peredaran dan
perdagangan narkoba, kejahatan ekonomi dan
perdagangan, termasuk money laundering,
aksi terorisme internasional, hingga kejahatan
dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi
atau dikenal dengan sebutan “cyber crime”.
|
 |
 |
|
Dokumentasi KBRI Bandar Seri Begawan (Foto:
T.A. Siregar) |
Pada Konperensi ke-28 ASEANAPOL tersebut,
negara-negara ASEAN menyetujui untuk melakukan
kerjasama peningkatan kemampuan personil
Kepolisiannya dengan Kepolisian Federal
Australia (AFP), melalui berbagai program
pelatihan yang akan diadakan oleh AFP. Sementara
itu, guna memudahkan koordinasi dan pemantauan
berbagai aktivitas kerjasama Kepolisian
negara-negara ASEAN, ASEANAPOL menyetujui perlu
dibentuknya suatu Sekretariat yang bersifat
permanent dan akan berlokasi di Malaysia.
Konperensi ke-28 ASEANAPOL menghasilkan pula
kesepakatan mengeluarkan suatu Komunike Bersama
dan Rencana Aksi. Konperensi ASEANAPOL
berikutnya akan diadakan di Vietnam pada tahun
2009.
Selain menghadiri Konperensi ASEANAPOL,
Wakapolri dan rombongan berkesempatan menghadiri
acara ramah tamah dan makan malam dengan Duta
Besar RI untuk Negara Brunei Darussalam dan staf
KBRI Bandar Seri Begawan serta tokoh-tokoh
masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam pada
tanggal 27 Mei 2008 bertempat di Wisma Duta.
Saat ramah tamah, Dubes RI menyampaikan bahwa
WNI yang tinggal dan bekerja di Brunei
Darussalam berjumlah sekitar 39 ribu orang, yang
sebagian besar bekerja sebagai pembantu rumah
tangga, pelayan toko dan restoran. Selain itu
terdapat pula yang bekerja di lembaga pemerintah
Brunei sebagai tenaga penasehat atau konsultan,
dan pada sektor swasta, khususnya pada
perusahaan minyak Brunei Shell Petroleum
dan proyek kerjasama Petroleum Brunei dan
perusahaan Indonesia “Elnusa”. Pada bulan
Nopember 1988, telah dibentuk Persatuan
Masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam atau
disingkat “PERMAI”, dan sejak tanggal 1
Juni 2006, “PERMAI” telah terdaftar
sebagai badan hukum di Brunei Darussalam.
Pengurus “PERMAI” yang hadir pada acara
tersebut diperkenalkan Dubes RI kepada Wakapolri
dan rombongan.
|
 |
 |
|
Dokumentasi KBRI Bandar Seri Begawan (Foto:
T.A. Siregar) |
Wakapolri dalam sambutan balasannya menyampaikan
ucapan terima kasih atas bantuan KBRI Bandar
Seri Begawan dalam memfasilitasi segala kegiatan
Delegasi Indonesia selama berada di Brunei
Darussalam. Disampaikan pula bahwa keberadaan
forum ASEANAPOL sebagai forum kerjasama
Kepolisian negara-negara ASEAN telah memasuki
usia 28 tahun dan Indonesia merupakan salah satu
negara pencetus dibentuknya forum ASEANAPOL
tersebut. Kehadiran Wakapolri sebenarnya
menggantikan Kapolri Jenderal Pol. Drs. Sutanto
yang semula direncanakan hadir namun pada
saat-saat terakhir diminta untuk tetap berada di
tanah air oleh Presiden RI.
|
 |
 |
|
Dokumentasi KBRI Bandar Seri Begawan (Foto:
Bambang Tuharno) |
Sebagaimana kelaziman pada tiap penyelenggaraan
Konperensi ASEANAPOL diselenggarakan pula lomba
menembak antar personil Kepolisian negara-negara
ASEAN ke-5 atau “5th ASEANAPOL
Shootfest” dan Turnamen Golf ASEANAPOL pada
tanggal 27 – 28 Mei 2008. Indonesia
berpartisipasi pada kedua kegiatan tersebut dan
berhasil meraih juara pertama Turnamen Golf,
untuk nomor beregu dan perorangan, serta juara
ketiga lomba menembak. Indonesia mengirimkan
kelompok musisi dan penyanyi dari Polri untuk
tampil pada acara hiburan saat Gala Dinner
ASEANAPOL yang dihadiri oleh Sultan Brunei
Darussalam, Sultan Haji Hassanal Bolkiah
Mu’izzaddin Waddaulah.
Sementara para suami menghadiri Konperensi,
Ibu-ibu isteri Ketua Delegasi melakukan
kunjungan ke obyek wisata Kampong Tamoi dan
Kampong Ayer serta sentra kerajinan tangan yang
dikelola perhimpunan keluarga polisi Brunei
Darussalam, ”PEKERTI”, di Bandar Seri
Begawan.
Wakapolri dan rombongan kembali ke tanah air
dari Bandara Internasional Brunei tanggal 29 Mei
2008 pukul 01.25 dini hari.
-
KBRI Bandar Seri Begawan, 29 Mei 2008
-