DKI Jakarta mengundang Investor Brunei Darussalam melalui
Jakarta Business Forum di Bandar Seri Begawan, 28 Juli 2008

 

KBRI Bandar Seri Begawan bekerjasama dengan Badan Penanaman Modal dan Pendayagunan Kekayaan dan Usaha Daerah (BPM-PKUD) DKI Jakarta telah menyelenggarakan Jakarta Business Forum di The Rizqun International Hotel, Gadong, Bandar Seri Begawan pada tanggal 28 Juli 2008. Forum dibuka oleh Duta Besar RI untuk Negara Brunei Darussalam dihadiri oleh 14 orang pejabat dan pengusaha dari DKI Jakarta dan lebih dari 80 orang pejabat pemerintah dan pengusaha Brunei Darussalam serta kalangan diplomatic corps.

Dalam pembukaan Forum tersebut, Duta Besar RI menyampaikan bahwa Indonesia dan Brunei Darussalam memiliki hubungan dan kerjasama yang sangat erat di berbagai bidang, terutama di bidang perdagangan dan investasi. Selama lima tahun terakhir, neraca perdagangan kedua negara menunjukkan peningkatan yang signifikan, karena jumlah impor minyak mentah Indonesia dari Brunei Darussalam yang semakin meningkat. Namun kerjasama di bidang investasi belum menunjukkan peningkatan sejak tahun 1993. Investasi Brunei Darussalam di Indonesia, yakni Hotel Nusa Dua Bali, senilai USD 130 juta, sementara investasi Indonesia di Brunei Darussalam senilai USD 10 juta yakni perusahaan air mineral kemasan. Oleh karenanya, melalui penyelenggaraan Jakarta Business Forum diharapkan dapat mempromosikan potensi investasi, sekaligus mengundang lebih banyak pengusaha/investor Brunei Darussalam untuk melakukan investasi di wilayah DKI Jakarta.

Pada sesi pertama, Kepala Badan Penanaman Modal dan Pendayagunaan Kekayaan dan Usaha Daerah (BPM-PKUD) DKI Jakarta, Ir. Hasan Basri Saleh menyampaikan presentasi mengenai peluang investasi yang ditawarkan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, meliputi bidang infrastruktur, properti, public service dan pariwisata. Proyek yang telah siap menerima Foreign Direct Investment (FDI) antara lain proyek pengolahan dan distribusi air bersih, pengolahan sampah, pembangunan jalan tol, pembangunan pembangkit tenaga listrik, pembangunan kawasan industri dan kawasan berikat, pembangunan rumah susun murah dan pengembangan pasar tradisional. Kepala Badan Penanaman Modal dan Pendayagunaan Kekayaan dan Usaha Daerah (BPM-PKUD) DKI Jakarta juga memaparkan kebijakan Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan pelayanan ‘satu pintu’ untuk investor asing akan berinvestasi di Jakarta.

Dalam sesi kedua, Internal Relation PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk, John Ramos Butar-Butar, memaparkan company profile dari PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan proyek-proyek yang ditawarkan untuk memperoleh investasi asing, yakni di bidang properti dan pariwisata (rekreasi dan resort). Dalam kesempatan tersebut dipaparkan pula mengenai financial performance PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pertama yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta sejak tahun 2004. Beberapa proyek yang ditawarkan antara lain pembangunan apartemen, dan wahana rekreasi untuk Dunia Fantasi (Tornado), Gelanggang Samudra, serta Atlantis.

Pada sesi ketiga, Direktur Pemasaran dan Fasilitas Investasi PT. Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Ir. Eddy Ihut Siahaan, MSi., PhD memberikan pemaparan mengenai company profile, lokasi dan area bisnis perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam PT. Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Adapun proyek pengembangan PT. KBN yang ditawarkan untuk memperoleh investasi asing antara lain proyek reklamasi pantai timur (Marunda dan Tanjung Priok) untuk pembangunan kawasan industri, pergudangan dan pelabuhan, pembangunan infrastruktur dan transportasi yang menghubungkan ketiga lokasi PT. KBN, pembangunan power plant di Marunda, pengembangan industri produk laut, serta pembangunan resort property.

Jakarta Business Forum mendapat sambutan cukup baik dari kalangan pengusaha maupun pejabat pemerintah Brunei Darussalam yang terlihat dari antusiasme para pengusaha Brunei Darussalam untuk menjajagi peluang investasi pada proyek-proyek yang dipromosikan oleh BPM-PKUD, PT. Kawasan Berikat Nusantara dan PT. Pembangunan Jaya Ancol. Pada kesempatan one on one meeting, beberapa perusahaan Brunei Darussalam yang menyampaikan ketertarikannya untuk melakukan kerjasama investasi di Indonesia antara lain QAF Sdn Bhd dengan PT. Pembangunan Jaya Ancol, serta ITS Sdn Bhd dan Rondaw Sdn Bhd dengan PT. Kawasan Berikat Nusantara (KBN).

KBRI Bandar Seri Begawan, Juli 2008

 

| Home | Press Release | Statement | Bulletin | Bilateral Issues |
| Business Info | Education Info | Tourism | Consular |
| The Embassy | Link

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam