|
Senin, tanggal 27 Februari 2006, jam 14.00 waktu setempat pesawat udara
Kepresidenan Boeing 737-A400 yang membawa Presiden
RI Bapak Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono beserta
rombongan mendarat di Lapangan Terbang Antarabangsa,
Berakas. Rombongan Presiden ini keseluruhannya
berjumlah 74 orang. Pada saat kedatangan di Lapangan
Terbang Antarabangsa Berakas, Presiden RI Bapak Dr.
H. Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Hj Ani Bambang
Yudhoyono dan rombongan lainnya disaambut oleh Putra
Mahkota Hj Al-Muhtadee Billah, Ambassador At Large
Princess Hajah Masna, Menteri Perindustrian dan
Sumber-Sumber Utama, Pehin Ahmad Jumat dan Isteri
selaku Menteri pendamping, Duta Besar Brunei untuk
Jordania, Dato Harimau Padang dan Isteri selaku
pejabat senior pendamping, Duta Besar RI Bapak
Herijanto Soeprapto dan Ibu Rimah Herijanto, beserta
staff senior KBRI Bandar Seri Begawan. Selesai
penerimaan di Lapangan Terbang Antarabangsa,
Presiden RI berada dalam satu kendaraan dengan Putra
Mahkota dan Ibu Hj Ani Bambang Yudhoyono berada
dalam satu kendaraan dengan Ambassador At Lrge
Princess Hajah Masna dan rombongan lainnya langsung
menuju Istana Nurul Iman untuk diterima oleh Sultan
Haji Hassanal Bolkiah.
Setibanya di Istana Nurul Iman, Presiden RI dan Ibu Hj. Ani Bambang
Yudhoyono yang diterima oleh Sultan Haji Hassanal
Bolkiah dan Raja Isteri Pengiran Anak Saleha
kemudian bersama-sama naik ke atas podium untuk
menerima penghormatan. Penghormatan diberikan dengan
mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya diiirngi
dentuman meriam sebanyak 21 kali, dilanjutkan dengan
pemeriksaan barisan pasukan kehormatan oleh Presiden
RI, Bapak Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono bersama
dengan Sultan Haji Hassanal Bolkiah. Selesai
penyambutan kehormatan, Presiden RI Bapak Dr. H.
Susilo Bambang Yudhoyono diperkenalkan kepada
Kerabat Diraja dan Para Petinggi Negara Brunei
Darussalam, sementara Sultan Haji Hassanal Bolkiah
diperkenalkan oleh Presiden RI, Dr. H. Susilo
Bambang Yudhoyono kepada anggota rombongan yang
menyertainya.

Acara selanjutnya
adalah Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
beserta 12 orang anggota rombongannya mengada kan
kunjungan kehormatan kepada Sultan Haji Hassanal
Bolkiah yang juga didampingi oleh 12 orang petinggi
Brunei Darussalam. Pada saat kunjungan kehormatan
ini, Sultan Haji Hassanal Bolkiah telah
menganugerahkan Bintang Peng-hargaan kepada Presiden
RI, DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono yanitu
“Bintang Darjah Kerabat Laila Utama”. Dengan
penganugerahan ini, maka Presiden RI, DR. H. Susilo
Bambang Yudhoyono berhak menyandang Gelar Kehormatan
Negara Brunei Darussalam, yaitu “Dato Laila
Utama”. Selesai acara Kunjungan Kehormatan
dan acara Penganugerahan Bintang, Presiden RI, Dr.
H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Sultan Haji Hassanal
Bolkiah mengadakan pembicaraan empat mata/tete a
tete. Pada saat Presdien RI, Dr. H. Susilo Bambang
Yudhoyono dan Sultan Haji Hassanal Bolkiah
mengadakan pertemuan empat mata, Ibu Hj Ani Bambang
Yudhoyono mendahului ke tempat penginapan yaitu
Istana Edinburgh untuk menerima kunjungan Kehormatan
pimpinan dan pengurus Dharma Wanita Persatuan KBRI
Bandar Seri Begawan. Slesai pembicaraan empat mata/tete
a tete, Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
beserta rombongan kembali ke penginapan di Istana
Edinburgh untuk beristirahat, dan sebagian lainnya
kembali ke penginapan di Hotel Orchird Garden.

Kegiatan hari
pertama, senin tanggal 27 Februari 2006 diakhiri
dengan jamuan makan malam kenegaraan oleh Sultan
Haji Hassanal Bolkiah kepada Presdien RI, Dr. H.
Susilo Bambang Yudhoyono beserta rombongan. Dalam
acara ini, hadir seluruh anggota Kerabat Diraja
Brunei darussalam, dan para petinggi Brunei
Darussalam. Dalam sambutannya Presiden RI, Dr. H.
Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan beberapa hal
antara lain :
a). Mengucapkan
terima kasih dan penghargaan atas hospitality yang
diberikan oelh Sultan Haji Hassanal Bolkiah kepada
Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yduhoyono beserta
rombongan, b). Mengucapkan terima kasih dan
penghargaan atas perhatian dan bantuan yang
diberikan oleh Sultan Haji Hassanal Bolkiah dan
rakyat Brunei Darussalam kepada rakyat di Aceh dan
Nias korban tsunami, juga berterima kasih atas
diterimanya sekitar 36 ribu orang TKI di Brunei
Darussalam, c). Mengharapkan hubungan dan kerjasama
antara rakyat dan pemerintah kedua negara dapat
terus ditingkatkan dimasa yang akan dating terutama
sekali di bidng eonomi, perdagangan, dan investasi.
Kegiatan hari kedua, selasa tanggal 28 Februari 2006
dimulai pukul 07.00 waktu setempat dengan acara
jalan kaki pagi hari antara Presiden RI, Dr. H.
Susilo Bambang Yudhoyono dengna Sultan Haji Hassanal
Bolkiah di Empire Hotel. Jalan kaki pagi ini
berakhir pukul 08.00 kemudian dilanjutkan dengan
acara makan pagi/sarapan bersama yang berakhir
sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

Presiden RI, Dr. H.
Susilo Bambang Yudhoyono kemudian kembali ke Istana
Edinburgh untuk beristirahat. Sekitar pukul
10.00-11.00 acara Presiden RI, Dr. H. Susili Bambang
Yudhoyono dilanjutkan dengan mengadakan pertemuan
dengan pelaku Ekonomi Brunei Adarussalam di Istana
Edinburgh. Pelaku Ekonomi tersebut ialah Pehin Yahya
Menteri Energi Brunei Darussalam selaku pimpinan
Brunei Egency/BIA, Pehin Yahya dan H. Kamaruddin bin
H. Wahab selaku pimpinan Royal Brunei Technical
Services/RBTS, dan Mr. Timothy Ong pimpinan Brunei
economic Development Boards/BEDB. Pertemuan
dilakukan dengan pola oene-onpone meeting yaitu
tiap-tiap pelaku ekonomi bertemu dengan Presiden RI,
Dr. H. Suslo Bambang Yudhoyono secara satu-persatu.
PAda saat pertemuan dengan BIA, Presdien RI, Dr. H.
Susilo Bambang Yudhoyono telah meminta Menko
Perekonomian Bapak Boediono untuk memaparkan
opportunities Investasi di Indonesia terutama di
bidang infrastruktur seperti jalan tol, jembatan,
pembangkit tenaga listrik, transportasi pipa,
perkereta-apian, dan lain-lain. Sementara pada saat
bertemu dengan pimpinan RBTS, Presiden RI, Dr. H.
Susilo Bambang Yudhoyono telah meminta agar RBTS
dapat meneruskan rencana pembelian 4 buah pesawat
terbang CN 235 yang baru terealisir 1 buah. Pada
saat bertemu dengan pimpinan BEDB, Presiden RI, Dr.
H. Susilo Bambang Yudhoyono ditawari kesempatan
untuk memasok tenaga kerja dan baha-bahan material
konstruksi untuk keperluan mega proyek Brunei
Adarussalam, yaitu pembangunan pelabuhan di pulau
Muara Besar, dan pembangunan industrial estate di
Sunga Liang. Selesai melakukan pertemuan dengna
pelaku ekonomi Brunei Darussalam, Presiden Ri, Dr.
H. Susilo Bambang Yudhoyono meneruskan kegiatan di
Istana Edinburgh dengan menyelenggarakan konferensi
pers dengan media massa Indonesia yang ikut serta
dalam kunjungan ini. Kepada media massa, Presiden RI
Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan mengenai
kegiatan yang dilakukan dan hasil-hasil yang
diperoleh selama kunjungan di Brunei Darussalam.
Pada saat Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang
Yudhoyono mengadakan acara kegiatan di Istana
Edinburgh, Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono melakukan
kegiatan mengunjungi “Kampung Ayer” yaitu suatu
perkampungan di atas air di Muara Sungai Bandar Seri
Begawan. Kampong Ayer ini dipercayai oleh orang
Brunei Darussalam sebagai kampung diatas air yang
terbesar di seluruh Asia Tenggara. Apda pukul 11.45
waktu setempat Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang
Yudhoyono dan Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono
meninggalkan Istana Edinburgh menuju Wisma Duta
Indonesia untuk melakukan pertemuan dengan sekitar
20 orang perwakilan masyarakat Indonesia di Brunei
Darussalam. Pertemuan dan silaturrahmi ini diakhiri
dengan makan siang bersama. Pada saat memberikan
wejangan kepada masyarakat Indonesia, Presiden RI
Dr. H. Susilo Bamnag Yudhoyono telah menyatakan rasa
bangganya akan sumbangsih yang telah diberikan oleh
warga Indonesia mengharumkan nama bangsa dan negara.
Oleh karena itu Presiden RI, Dr H Susilo Bambang
Yduhoyono meminta agar warga Indonesia di Brunei
dapat menjadi warga yang baik di negeri orang. Dapat
menjadi warga yang taat dan patuh terhadap peraturan
dan hukum yang berlaku di Brunei Darussalam. Selesai
mengadakan pertemuan dengan masyarakat Indonesia di
Wisma Duta Indonesia, Presiden RI beserta rombongan
diantar oleh Duta Besar RI Bapak Herijanto Soeprapto
dn Ibu Rimah Herijanto beserta KPN Brunei Pengiran
Sallehudin menuju Lapangan Terbang Antarabangsa,
Berakas untuk bertolak meneruskan perjalanan menuju
ke Kamboja dn Myanmar. PAda saat keberngkatan, di
Lapangan Terbang Antarabangsa Berakas, Presiden RI
Dr.H. Susilo Bambang Yudhoyono beserta rombongan
telah ldilepas oleh Putra Mahkota Pengiran Al-Muhtadee
Billah, Ambassador At Large Princess Hajah Masna,
dan Menteri Pendamping Pehin Haji Ahmad Jumat dan
Isteri.
Bandar Seri Begawan,
13 Mei 2006
|