-
-
-
Kunjungan Kenegaraan Sultan Brunei Darussalam
Haji Hassanal Bolkiah Ke Indonesia,
22 - 24 April 2008
Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah
dari Brunei Darussalam telah melakukan kunjungan
kenegaraan ke Indonesia pada tanggal 22 – 24 April
2008. Pada kunjungannya tersebut, beliau
didampingi Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha,
Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan, Pehin Orang
Kaya Seri Dewa Major General (Ret’d) Dato Seri
Pahlawan Hj. Mohammad Hj. Daud, serta Menteri Luar
Negeri dan Perdagangan II, Pehin Dato Seri Setia
Lim Jock Seng dan beberapa putra dan putri Sultan.

(Sumber Foto:
Borneo Bulletin, Edisi 23
April 2008)
Sultan disambut dengan upacara resmi di Istana
Merdeka, Jakarta, sebelum melakukan courtesy
call kepada Presiden RI, DR. H. Susilo Bambang
Yudhoyono, dan mengikuti pertemuan bilateral.
Presiden RI didampingi Menko Perekonomian, Menlu,
Menbudpar, Menteri Perhubungan, Menteri Tenaga
Kerja dan Transmigrasi, Mensesneg serta Dubes RI
untuk Brunei Darussalam.

(Sumber
Foto: Borneo Bulletin, Edisi 23 April 2008)
Saat pertemuan bilateral di Istana Negara tanggal
22 April 2008, Presiden Yudhoyono dalam
sambutannya menyampaikan semakin meningkatnya
hubungan dan kerjasama Indonesia – Brunei
Darussalam di berbagai bidang. Kemajuan yang
dicapai di bidang ekonomi, perdagangan dan
investasi merefleksikan komitmen kedua Negara
untuk menciptakan suasana kondusif bagi
pengembangan hubungan yang semakin erat dan
menguntungkan di masa depan. Nilai perdagangan
kedua negara meningkat signifikan, dimana pada
bulan Desember tahun lalu tercatat US$ 1.9 juta.
 
(Sumber Foto:
Borneo Bulletin, Edisi 23
April 2008)
Kedua Kepala Negara menyepakati pentingnya
meningkatkan kerjasama
perdagangan dan investasi, kerjasama lingkungan
hidup dalam rangka mengimplementasikan Prakarsa
Trilateral ”Heart of Borneo” bersama-sama
Malaysia, kerjasama kebudayaan, kerjasama
pelatihan militer, dan kerjasama energi dalam
rangka energy security.
Khusus di bidang energi, telah berjalan kerjasama
antara perusahaan Elnusa dari Indonesia dan
Petroleum Brunei dalam melakukan kegiatan
survei seismik perminyakan di Brunei Darussalam.
Hubungan psikologis yang erat antara kedua negara
tercermin dengan perhatian Brunei Darussalam
kepada Indonesia menyusul terjadinya musibah
bencana alam Tsunami di Aceh tanggal 26 Desember
2004 dan bencana gempa bumi di Yogyakarta bulan
Mei 2006. Brunei memberikan bantuan berupa dana
pembangunan kembali wilayah yang terkena bencana
di Aceh dan Yogyakarta serta pernyataan Sultan
Haji Hassanal Bolkiah mengenai kontribusi sebesar
B$ 6 juta untuk rehabilitasi dan rekonstruksi
Aceh, dimana dana sebesar US$ 100,000 diantaranya
telah disalurkan pada tahap tanggap darurat.
Bantuan pihak-pihak non-Pemerintah Brunei tercatat
senilai B$ 2.3 juta telah diterima Indonesia.
Setelah pertemuan bilateral, Sultan Brunei
Darussalam dan Presiden RI menyaksikan
penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of
Understanding) mengenai Kerjasama Kebudayaan
antara kedua negara, yang dilakukan oleh Menteri
Kebudayaan dan Pariwisata RI, Ir. Jero Wacik, SE,
dan Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan Brunei
Darussalam, Pehin Orang Kaya Seri Dewa Major General
(Ret’d) Dato Seri Pahlawan Hj. Mohammad Hj. Daud.
 
(Sumber Foto:
Borneo Bulletin, Edisi 23
April 2008) (Sumber Foto: Brunei Times, Edisi 23 April 2008)

(Sumber Foto:
Brunei Times, Edisi 23 April
2008)
Pada kesempatan jamuan makan kenegaraan yang
diadakan Presiden RI untuk menghormati Sultan
Brunei Darussalam, Sultan Haji Hassanal Bolkiah
menekankan pentingnya Nota Kesepahaman Kerjasama
Kebudayaan sebagai acuan bagi kegiatan bersama
kedua negara di bidang kebudayaan dan agar
generasi muda Indonesia dan Brunei Darussalam
dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Generasi muda
merupakan pemimpin bangsa masa depan dan merupakan
asset bangsa.

(Sumber Foto:
Borneo Bulletin, Edisi 23
April 2008)
Pada kesempatan kunjungannya tersebut, bertempat
di kompleks Markas Besar TNI Angkatan Udara, pada
tanggal 23 April 2008, Sultan Haji Hassanal
Bolkiah dianugerahi “Wing Penerbangan Kehormatan”
dan dikukuhkan sebagai “Warga Kehormatan Korps
Pasukan Khas (Kopaskhas) TNI Angkatan Udara” oleh
Presiden RI. Penganugerahan “Wing” dan pengukuhan
sebagai “Warga Kehormatan” sebagai penghargaan
atas peranan penting Sultan Haji Hassanal Bolkiah
dalam meningkatkan hubungan kerjasama diantara
Angkatan Bersenjata kedua Negara. Seusai acara
penganugerahan dan pengukuhan, Sultan menyaksikan
atraksi pembebasan sandera oleh satuan Korpaskhas
TNI Angkatan Udara.
Bersamaan dengan kunjungan Sultan Brunei
Darussalam tersebut, Raja Isteri Pengiran Anak
Hajah Saleha berkesempatan menyaksikan fashion
show dan pameran kerajinan tangan di Istana
Negara dengan didampingi Ibu Negara RI, Ibu Ani
Yudhoyono. Beliau juga mengunjungi Yayasan Panti
Rehabilitasi Anak-anak Cacat (YPAC) dan peternakan
ikan hias, PT. Arwana Citra Ikan Hias Indonesia.

(Sumber Foto:
Borneo Bulletin, Edisi 23
April 2008)
Sultan Haji Hassanal Bolkiah dan rombongan
meninggalkan Indonesia dan kembali ke Brunei
Darussalam tanggal 24 April 2008 jam 13.00 siang.
(Kompilasi
oleh KBRI Bandar Seri Begawan, 24 April 2008)
- KBRI Bandar Seri Begawan, 25
April 2008
-
|