-
-
Indonesia - Brunei Darussalam Kerjasama
Berantas Korupsi
-
-


Pada
tanggal 14 sampai dengan 17 Maret 2008, KBRI
Bandar Seri Begawan telah memfasilitasi
kunjungan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) Indonesia ke Brunei Darussalam. Dalam
kunjungan tersebut telah diatur pertemuan antara
KPK dengan Biro Mencegah Rasuah (BMR) Brunei
Darussalam. Dalam pertemuan antara KPK dan BMR,
Indonesia dan Brunei Darussalam sepakat untuk
meningkatkan kerjasama memerangi korupsi.
Pimpinan KPK, terdiri dari Ketua, Antasari
Azhar, SH, MH, dan Wakil Ketua, Chandra M.
Hamzah, SH, didampingi Direktur Informasi dan
Data KPK, Dr. Ing. Budi Ibrahim.
Pada kunjungan tersebut, Pimpinan KPK melakukan
pertemuan terpisah dengan Pimpinan Biro Mencegah
Rasuah / BMR (rasuah berarti korupsi), Jaksa
Agung dan Ketua Mahkamah Agung Brunei Darussalam
pada tanggal 15 Maret 2008. Saat bertemu dengan
Direktur BMR, Pengiran Kashmirhan bin Pengiran
Haji Tahir, disampaikan bahwa Brunei Darussalam
merupakan negara pertama yang dikunjungi Ketua
KPK sejak mulai bertugas tiga bulan yang lalu.
Pemilihan Brunei disebabkan negara itu merupakan
negara dengan tingkat korupsi terendah di dunia
menurut Global Corruption Perception Index.
Oleh karenanya KPK RI bermaksud mempelajari
kiat-kiat BMR dalam memerangi korupsi di Brunei
Darussalam.
Dalam upaya mencegah tindak korupsi di Brunei
Darussalam, BMR telah mencanangkan program
Pendidikan Pencegahan Korupsi pada tahun 2006.
Pertemuan KPK dengan BMR, Jaksa Agung dan Ketua
Mahkamah Agung Brunei Darussalam memfokuskan
diri pada kerjasama di bidang capacity
building, meskipun membahas pula isu-isu
teknis pencegahan dan pemberantasan korupsi..
Adapun Indonesia dan Brunei Darussalam ikut
berpartisipasi pada Konperensi Para Pihak ke-2
Konvensi Anti-Korupsi PBB (UNCAC) di Bali
tanggal 28 Januari 2008. Indonesia telah
meratifikasi Konvensi tersebut. Berbeda dengan
Indonesia, Brunei Darussalam masih memproses
ratifikasi Konvensi tersebut.
Pada tanggal 16 Maret 2008, Pimpinan KPK
berkesempatan melakukan kunjungan kepada Dubes
RI Bandar Seri Begawan dan bertatap muka dengan
masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam di
KBRI Bandar Seri Begawan, dimana pada kesempatan
itu dilakukan pemaparan mengenai ”
Perkembangan terakhir Kasus-kasus Korupsi yang
ditangani KPK”.
-
-
KBRI Bandar Seri Begawan, 16
Maret 2008