|
|
KUNJUNGAN
KERJA DUTA BESAR RI
KE WILAYAH
KUALA BELAIT,
BRUNEI
DARUSSALAM
TANGGAL 5
PEBRUARI 2003
________________________________________________
Dalam rangka menjajaki potensi
peningkatan kerjasama RI-Brunei Darussalam tanggal 5 Pebruari 2003
Duta Besar Republik Indonesia, Drs. Yusbar Djamil dan staf KBRI BSB
mengadakan kunjungan kerja ke wilayah Kuala Belait, Brunei Darussalam.
Wilayah ini berjarak 122 kilometer dari Bandar Seri Begawan, merupakan
wilayah terbesar (2.734 kilometer persegi dengan populasi 60.244 jiwa
atau 1/5 penduduk Brunei) dari 4 wilayah di Brunei Darussalam dan
merupakan salah satu daerah terpenting yang merupakan penyumbang
devisa negara terbesar (80%) dari sektor migas. Kuala Belait juga
merupakan wilayah salah satu pintu gerbang perbatasan langsung dengan
kota Miri (Malaysia) yang secara geografis, ekonomi, sosial-politik
sangat penting serta menampung Tenaga Kerja Indonesia kedua terbanyak
di Brunei Darussalam.
Pada pertemuan dengan Kepala Daerah
Kuala Belait, Duta Besar RI al. menyampaikan hal-hal sebagai berikut :
1. Kunjungan kerja ini diharapkan dapat lebih
mempererat hubungan baik pribadi maupun secara kedinasan serta
menjajaki peluang peningkatan hubungan di segala bidang.
2. Memandang pentingnya daerah Kuala Belait baik secara
potensi ekonomi yang dimiliki juga dalam hal secara geografi, ekonomi,
sosial-politik sangat penting dan sebagai tempat rencana Pemerintah
Brunei Darussalam menempatkan wilayah Sungai Liang di Kuala Belait,
sebagai Mega Proyek untuk menuntaskan masalah penggangguran di Brunei
Darussalam.
3. Menyampaikan penghargaan terhadap pernyataan Kepala Daerah
mengenai sumbangsih yang diberikan para TKI bagi pembangunan wilayah
tersebut, dan mengharapkan peran positif para TKI tersebut meningkat
di masa-masa mendatang.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai
potensi yang dimiliki di wilayah tersebut, Duta Besar RI juga mengadakan
kunjungan ke Perusahaan Minyak Brunei Shell Sdn. Bhd. serta Pusat
Informasi Minyak dan Gas Brunei Discovery (OGDC) yang berdiri atas
sponsor Brunei Shell Petroleum Company Sdn. Bhd. (BSP) dan Shell
International Exploration and Production (SIEP). OGCD berlokasi di Seria
(Kuala Belait), wilayah minyak dan gas Brunei Darussalam, berdiri bulan
Juli 2002 merupakan pusat informasi yang bertujuan untuk mempelajari
ilmu pengetahuan khususnya di bidang minyak dan gas serta sebagai salah
satu objek turis seperti yang dikehendaki oleh Sultan Brunei. Dalam
kesempatan tersebut dijelaskan mengenai sejarah, usaha dan peranan
Brunei Shell di Brunei Darussalam.
Dalam kesempatan terpisah Duta Besar
RI mengadakan
pertemuan dan tatap muka dalam rangka pembinaan dan perlindungan dengan
para wakil masyarakat/pekerja Indonesia di Kuala Belait. Dalam pertemuan
yang dihadiri sekitar 300 masyarakat Indonesia dari berbagai lapisan
masyarakat yang berlangsung dengan sederhana, bersahabat dan akrab
tersebut, Duta Besar RI menghimbau dan mengingatkan masyarakat
Indonesia senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta
bekerja dengan giat, ulet, rajin, dan jujur. Masyarakat Indonesia
dituntut untuk senantiasa menghargai adat kebiasaan setempat tanpa
merendahkan harga diri dan martabat bangsa Indonesia, mematuhi hukum dan
peraturan serta ketentuan pemerintah RI maupun pemerintah setempat.
Selain itu dihimbau pula masyarakat Indonesia untuk menyadari mengenai
hak dan kewajiban mereka termasuk menjaga ketrentaman dan perdamaian
serta menjaga dialog dan komunikasi khususnya dengan KBRI BSB.
Bandar Seri Begawan, 7 Pebruari 2003
|
|