No. 13/PEN/VIII/2003
KUNJUNGAN KERJA
MENTERI AGAMA RI,
PROF. DR. H. SAID AGIL HUSIN AL MUNAWAR, MA MENGHADIRI MTQ TINGKAT
NASIONAL KE BRUNEI DARUSSALAM TANGGAL 3 - 6 AGUSTUS 2003
_____________________________________________________________________
Dalam rangka
memenuhi undangan pemerintah Brunei Darussalam untuk menghadiri MTQ
Tingkat Nasional Brunei Darussalam, Menteri Agama Republik Indonesia,
Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al Munawar, MA beserta rombongan qari
dan qariah Indonesia sebanyak 6 orang mengadakan kunjungan ke Brunei
Darussalam tanggal 3-6 agustus 2003. Menteri Agama RI sempat
menyaksikan pertandingan final dan penyerahan hadiah bagi para pembaca
terbaik, kemudian membentangkan kertas karya dan sebagai penceramah
dalam seminar yang diadakan oleh Kementerian Agama Brunei. Dalam
kunjungan kali ini Menteri Agama dengan didampingi Duta Besar RI untuk
Brunei Darussalam Yusbar Djamil mengadakan kunjungan kehormatan kepada
Sultan Hassanal Bolkiah di Istana Nurul Iman tanggal 6 Agustus 2003.
Pada kesempatan tersebut Menteri Agama menyampaikan cendra mata berupa
Al-Quran edisi cetakan terbesar di Indonesia yang oleh sebuah penerbit
di Jawa Tengah. Menteri Agama juga adakan lawatan-lawatan ke beberapa
pusat pengkajian Islam, serta atas undangan Duta Besar RI menghadiri
acara makan siang di Wisma Duta tanggal 6 Agustus 2003.
Menteri Agama RI dalam acara seminar
yang berjudul
Seminar Al Quran dan
Pentadbiran Ugama yang
diselenggarakan oleh Kementerian Agama Brunei Darusasalam tanggal 5
Agustus 2003 bertempat di Pusat Dakwah Islamiyah, berkesempatan
membentangkan makalah berjudul Al-Quran dan Keberkesanannya Sebuah
Kajian Awal. Pokok-pokok isi
ceramah Menteri Agama RI antara lain sebagai berikut :
1. Al Quran merupakan wahyu dan kitab suci yang ditulis dalam
bahasa Arab dimana setiap hurufnya memiliki simbol dan makna tertentu.
Dalam Al Quran dinyatakan bahwa alam semesta ini merupakan wahyu yang
bersifat makrokosmos (dalam pengertian luas) sedangkan Al Quran itu
sendiri merupakan wahyu secara mikrokosmos (dalam pengertian sempit).
Karena itu, nilai kesemestaan (kosmologi) yang terkandung di dalamnya
dapat dijelaskan secara ilmiah karena berhubungan erat dengan nilai
sejarah, ilmu pengetahuan dan metafisika. Artinya nilai-nilai yang
terkandung dalam Al Quran memiliki nilai kontekstual ruang dan waktu
sehingga dapat menjadi pedoman dan panduan bagi umat manusia.
2. Para ahli kosmologi masa lampau dan pada abad pertengahan
berpendapat bahwa adanya alam semesta termasuk galaksi bima sakti
mengalami suatu proses yang alamiah. Jika hal tersebut tidak dipelajari
secara ilmiah berdasarkan wahyu maka akan dapat menimbulkan pemikiran
bahwa alam semesta ini tidak berhubungan langsung dengan Al Quran.
Bahkan lebih ekstrim lagi, Al Quran hanya dianggap sebagai panduan
ibadah kepada Allah SWT semata-mata dan bukan merupakan sumber rujukan
ilmiah dalam mempelajari alam semesta dengan berbagai sifat dan
eksistensinya.
3. Sebagai kitab suci yang menjadi sumber hukum, motivasi, inovasi
dalam konteks hubungan vertikal dengan Sang Pencipta maupun hubungan
horizontal antar sesama manusia, Al Quran juga menjadi sumber inspirasi
dalam hubungan kemasyarakatan, budaya dan peradaban sehingga Al Quran
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ilmu pengetahuan, sosial dan
budaya. Dengan demikian Al Quran juga berperanan dalam rekayasa sosial
serta rekayasa teknik . Rekayasa sosial dalam pengertian untuk mengatur
tatanan kehidupan masyarakat sesuai dengan kondisi objektif manusia
sehingga Al Quran menjadi sumber inovasi terhadap perubahan budaya dan
peradaban.
4. Masih memerlukan suatu penelitian mendalam apakah semua ayat Al
Quran yang dibacakan oleh para Qari atau Qariah dapat secara langsung
menggetarkan hati para pendengarnya. Dampak bacaan tersebut tentunya
akan semakin besar jika pendengar dan pembaca mampu memahami setiap ayat
yang dibaca. Qari dan qariah dituntut memahami ayat-ayat yang dibaca dan
irama yang ditampilkan hendaknya sesuai dengan makna dan konteks ayat
itu sendiri.
5. Tentunya hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah karena
memerlukan ketelitian, keahlian dari berbagai disiplin ilmu dan teknik
membaca, akan tetapi jika bacaan yang begitu indah serta menarik
tersebut mampu ditampilkan oleh qari dan qariah dengan baik tentunya
para pendengar akan bergetar hati dan jiwanya. Secara sosiologi, seni
bacaan Al Quran yang demikian akan terasa nikmat dan syahdu serta
berdampak terhadap prilaku dan moral manusia di dunia ini.
Berita-berita kegiatan Menteri Agama RI di
Brunei Darussalam diliput oleh media massa Brunei Darussalam
Borneo Bulletin dan
Media Permata masing-masing tanggal 7
Agustus 2003. Kegiatan ini juga disiarkan langsung oleh televisi dan
radio Brunei Darussalam (RTB).
Bandar Seri Begawan, 6 Agustus 2003
|
|