PEMBERIAN
BINTANG JASA
“DARJAH PADUKA KEBERANIAN
LAILA TERBILANG YANG AMAT GEMILANG” KELAS I
KEPADA PANGLIMA TNI LAKSAMANA TNI WIDODO AS
DARI
SULTAN HAJI HASSANAL BOLKIAH
Berkaitan dengan Hari Keputeraan Sultan Brunei Haji Hassanal Bolkiah
ke-54 tanggal 15 Juli 2000, Sultan Bolkiah telah menganugerahkan
bintang jasa “Darjah Paduka Keberanian Laila Terbilang Yang Amat
Gemilang” kelas I, kepada Panglima Tentara Nasional Indonesia,
Laksamana TNI Widodo AS. Bintang jasa tersebut merupakan bintang
kehormatan tertinggi yang diberikan oleh Sultan Haji Hassanal Bolkiah
kepada para Panglima Angkatan Bersenjata negara-negara sahabat.
Disamping itu Panglima TNI Widodo AS juga diberikan gelar kehormatan
dengan nama “Dato Paduka Seri”.
Pemberian bintang jasa tersebut diberikan karena Panglima TNI
dinilai telah berjasa dalam membina hubungan yang erat antara Brunei
Darussalam dan Indonesia, disamping sebagai penghargaan atas kerjasama
yang terjalin selama ini antara kedua negara khususnya antara Angkatan
Bersenjata RI dan Angkatan Bersenjata Diraja Brunei. Pemberian bintang
jasa tersebut telah diberikan oleh Sultan Haji Hassanal Bolkiah kepada
setiap Panglima Angkatan Bersenjata RI sejak Pangab Jenderal TNI LB
Moerdani tahun 1986. Sebaliknya, Indonesia memberikan Bintang “Yudha
Dharma Utama” kepada Panglima Angkatan Bersenjata Brunei sejak tahun
1986.
Pemberian bintang jasa tersebut dilakukan sendiri oleh Sultan
Haji Hassanal Bolkiah bertempat di Balai Singgahsana, Istana Nurul
Iman bersamaan dengan pemberian bintang jasa kepada beberapa orang
warga Brunei yang dinilai telah memberikan dharma baktinya yang tinggi
kepada pemerintah Brunei, termasuk Panglima Angkatan Bersenjata Diraja
Brunei, Mayor Jenderal Dato Seri Pahlawan Awang Haji Shari bin Ahmad.
Hadir dalam kesempatan tersebut semua pembesar negara, para menteri
kabinet, pejabat-pejabat tinggi, tokoh-tokoh masyarakat, kepala-kepala
perwakilan diplomatik/konsuler asing di Brunei dan tamu-tamu undangan
dari negara-negara sahabat seperti: Menlu RI Dr. Alwi Shihab, Menlu
Singapura Jayakumar, Deputy PM Thailand Mr. Korn Dabbaransi, Menteri
Perdagangan Dalam Negeri Dato Haji Muhyidin, Princess Basmah dari
Jordania, Princess Irina Hesse dari Jerman, Menteri Besar Serawak
Datuk Seri Panglima Osu bin Haji Sukam, Menlu Philipina Domingo L.
Siazon dan Lord Powell dari Inggris, termasuk Duta Besar RI untuk
Brunei Darussalam, Rahardjo Djojonegoro
Bandar Seri Begawan, 19 Juli 2000