Saudara-saudara
sebangsa dan setanah air
Assalamu’alaikum
Warahmatulahi Wabarakatuh
Pertama-tama
marilah kita bersama-sama memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan
Yang Maha Esa karena atas rakhmat dan ridho-Nya, kita yang hadir
disini dan seluruh bangsa Indonesia, dipelihara kesehatannya sehingga
dapat memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke-55
dalam suasana yang berbahagia
Kebahagian yang
sama dapat saya bayangkan juga dirasakan oleh para pejuang Proklamasi
Kemerdekaan Republik Indonesia yang pada waktu itu secara monumental
telah berhasil mewujudkan keinginan rakyat Indonesia untuk merdeka dan
berjuang menghapus segala bentuk penjajahan di Bumi Pertiwi. Untuk itu
pada kesempatan ini, marilah kita bersama-sama menyampaikan rasa
hormat yang setinggi-tingginya dan penghargaan yang sedalam-dalamnya
kepada para pejuang dan pendiri negara tercinta Indonesia yang telah
berhasil mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia dengan
memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17
Agustus 2000.
Saudara-saudara
sebangsa dan setanah air,
Negara dan
bangsa kita masih diwarnai oleh suhu politik yang masih menghangat,
krisis keuangan yang melanda negara kita dua tahun yang lalu, masih
belum sepenuhnya dapat diatasi, sementara upaya-upaya pemulihan
ekonomi belum sepenuhnya berhasil dengan baik, selanjutnya timbul pula
gejala-gejala disintegrasi bangsa dan tidakan-tindakan anarkis,
hal-hal tersebut telah memberikan rasa kurang aman dan merusak
nilai-nilai persaudaraan kita.
Pemerintah baru
yang telah terbentuk pada akhir tahun lalu
sedang berupaya dengan tidak mengenal lelah untuk memperbaiki
dan mengatasi berbagai permasalahan berat yang dihadapi bangsa ini,
berdasarkan Garis-garis Besar Haluan Negara 1999 – 2004.
Tantangan yang dihadapi bangsa dan
negara kita cukup berat, diharapkan agar seluruh komponen bangsa dapat
memberikan partisipasi dan kontribusi dengan kemampuan masing-masing.
Oleh karena itu pada kesempatan ini,
saya ingin mengetuk hati saudara-saudara agar benar-benar menjaga
persatuan dan persaudaraan di antara kita sesuai dengan tema
peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yaitu “Dengan
Semangat Persatuan dan Kesatuan, kita laksanakan reformasi untuk
menghadapi berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara”.
Terbentuknya pemerintah, lembaga negara dan lembaga perwakilan rakyat
yang sekarang telah berfungsi sesuai semangat reformasi, merupakan
suatu awal yang segar dalam proses kehidupan demokrasi. Dalam kaitan
ini Majelis Permusyawaratan Rakyat, sekarang ini masih sedang
mengadakan sidang tahunannya yang pertama sejak tanggal
7 Agustus 2000.
Kita harapkan agar sidang tersebut dapat menghasilkan
terobosan-terobosan yang dapat membawa perbaikan terhadap
kendala-kendala berat yang sedang
kita hadapi dewasa ini.
Sebagai anggota masyarakat bangsa-bangsa di Dunia, kita
memerlukan dukungan negara-negara lain dan alhamdulillah,
dukungan-dukungan tersebut telah diperoleh secara serta merta dari
semua negara, bahkan Indonesia telah diminta oleh negara-negara lain
untuk lebih berperan lagi dalam membantu menyelesaikan berbagai
konflik di dunia termasuk pertentangan yang telah lama berlangsung
antara negara-negara miskin dan negara-negara berkembang. Ini berarti
bahwa kebijakan politik luar negeri kita tetap diakui dunia dalam
upaya untuk turut menciptakan perdamaian dunia.
Saudara-saudara
sekalian,
Indonesia
dan Brunei Darussalam sebagai bangsa serumpun, telah menjalin hubungan
yang erat di berbagai bidang, baik di bidang politik, ekonomi, sosial
budaya maupun pertahanan.
Dalam dua
tahun terakhir ini hubungan kedua negara telah mengalami peningkatan
yang berarti, Presiden RI KH. Abdurahman Wahid telah melakukan
kunjungan ke Brunei Darussalam pada bulan Maret 2000 dan selanjutnya
Sultan Brunei telah melakukan kunjungan ke Indonesia pada bulan Juni
2000. Pada KTT APEC bulan Nopember nanti, Insya Allah Presiden RI akan
melakukan kunjungan ke Brunei lagi dalam rangka menghadiri KTT
tersebut. Saling kunjung para menteri dan pejabat tinggi kedua negara
telah pula berlangsung secara intensif.
Kedua negara telah menandatangani perjanjian MOU Komisi Bersama pada
bulan September 1999. Dengan penandatanganan MOU tersebut diharapkan
hubungan kedua negara di berbagai bidang akan lebih meningkat di
tahun-tahun mendatang.
Pada kesempatan
ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan
berbagai kalangan di Brunei Darussalam yang tetap terus memanfaatkan
Tenaga Kerja Indonesia di negara ini. Pemerintah kita sangat manaruh
perhatian terhadap masalah ketenaga-kerjaan, mengingat dewasa ini
terdapat 36 juta pengangguran, sementara setiap tahunnya terdapat
2,3 juta orang masuk ke pasar tenaga kerja. Oleh sebab itu,
KBRI bekerjasama dengan
pemerintah setempat terus berupaya memperluas kesempatan kerja dan
meningkatkan kesejahteraan Tenaga Kerja Indonesia di Brunei
Darussalam.
Akhirnya, pada
kesempatan ini Saya ingin menyampaikan pesan kepada semua masyarakat
Indonesia di Brunei Darussalam agar pandai-pandailah membawa diri
dirantau orang, bekerjalah sungguh-sungguh dengan tetap memelihara
nilai-nilai dan jati diri sebagai bangsa Indonesia, dalam rangka
memelihara citra Indonesia di negara ini. Dan jangan lupa, periharalah
silahturahmi dan sikap toleransi diantara saudara-saudara di
perantauan ini.
Semoga Tuhan
Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan taufik dan hidayah-NYA kepada
kita semua, Amin.
Dirgahayu Republik
Indonesia
Sekian dan terima
kasih.
Wassalammu’alaikum
Warahmatulahi Wabarakatuh
Bandar Seri Begawan, 17 Agustus 2000