![]() |
|
|
|
|||
|
SAMBUTAN DUTA BESAR YUSBAR
DJAMIL |
|||
|
Bapak-bapak, Ibu-ibu dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam Sejahtera untuk kita semua, Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT karena hanya berkat Rakhmat dan Ridho-Nya kita dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal’afiat untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda / Hari Pemuda yang ke-75 tahun 2003 yang kali ini diperingati dalam suasana Puasa Ramadhan yang penuh barokah. Peristiwa Sumpah Pemuda yang dicetuskan di Jakarta tanggal 28 Oktober 1928, merupakan suatu peristiwa monumental sejarah yang tidak boleh dilupakan oleh bangsa Indonesia. Dalam peristiwa tersebut para pemuda di waktu itu yang berperan aktif dalam organisasi kedaerahan seperti Jong Java, Jong Sumatra, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Jong Batak Bond dan sebagainya, dengan niat tulus dan murni telah menanggalkan atribut primordial kedaerahan mereka demi mencapai kemerdekaan Indonesia. Kaum muda waktu itu berperan sebagai pelopor terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa untuk mencapai Indonesia merdeka. Oleh karenanya dapat disimpulkan secara tegas terdapat “korelasi/benang merah“ sejarah bangsa Indonesia dimulai dengan lahirnya Budi Utomo tanggal 20 Mei 1908, Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 dan puncaknya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, yang semuanya tidak terlepas dari peran historis generasi muda. Peringatan Hari Sumpah Pemuda / Hari Pemuda tahun ini memiliki nilai khusus tersendiri. 75 tahun yang lalu Sumpah Pemuda dicetuskan. Usia 3/4 abad merupakan masa yang cukup panjang bila dikaitkan dengan siklus kehidupan manusia dalam berbangsa dan bernegara. Akan tetapi usia tersebut dapat saja tidak memiliki arti apa-apa bagi mereka yang tidak menghargai peran sejarah bangsa dan negara itu sendiri. Bagi kita semua adalah jelas bahwa peranan dan sumbangsih Pemuda tetap relevan untuk terus dipertahankan. Terlebih lagi saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi cobaan merebaknya gejolak dis-integrasi bangsa di berbagai daerah seperti Aceh dan Papua. Oleh karenanya tema peringatan tahun ini “Dengan Semangat 75 Tahun Sumpah Pemuda, Kita Satukan dan Bangun bangsa Indonesia yang Mandiri”, adalah sangat tepat untuk menyegarkan kembali jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan yang barangkali sempat memudar akibat krisis multi dimensional yang melanda Indonesia beberapa tahun terakhir ini. Saudara-saudara sekalian, Kita menyadari masih banyak tantangan di hadapan kita untuk mencapai cita-cita yang diidamkan bersama. Masih segar dalam ingatan kita berbagai tragedi nasional berupa Bom Bali tanggal 12 Oktober 2002, disusul dengan peristiwa bom Hotel JW Marriott tanggal 5 Agustus 2003 di Jakarta. Peristiwa-peristiwa tersebut merupakan hal yang sangat memilukan, khususnya ditengah-tengah bangsa Indonesia sedang giat-giatnya berjuang untuk memulihkan citra bangsa. Perlahan namun pasti kita melihat tanda-tanda mulai memulihnya kepercayaan internasional kepada Indonesia. Belum lama ini terlaksana KTT ASEAN ke-9 di Bali tanggal 7-8 Oktober 2003 yang dihadiri seluruh Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN ditambah dengan para Kepala Negara/Pemerintahan China, Jepang, Korea serta India. KTT tersebut berlangsung dengan sukses dan mendapat pujian internasional baik dilihat dari penyelenggaraannya maupun hasil-hasil konkrit yang dicapai seperti yang tertuang dalam “Bali Concord II”. Kita patut bersyukur karena keamanan kembali pulih. Wisatawan asing atau wisman mulai berdatangan lagi ke Indonesia khususnya ke Bali. Hal lain yang patut disyukuri adalah meningkatnya cadangan devisa negara dan mulai bergulirnya roda perekonomian di sektor riel yang antara lain ditandai oleh menurunnya suku bunga kredit bank, dan menguatnya kepercayaan terhadap mata uang setempat dengan stabilnya Rupiah terhadap mata uang asing lainnya. Dengan membaiknya perekonomian negara khususnya di sektor riel, diharapkan dapat memacu kembali perekonomian negara secara makro yang gilirannya akan memecahkan salah satu masalah utama negara yaitu pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, Pada kesempatan yang berbahagia ini saya menghimbau para pemuda sebagai generasi penerus bangsa, untuk terus berbenah diri dan mengoptimalkan peranannya dalam menggalang persatuan dan kesatuan serta pemulihan ekonomi bangsa. Sikap kritis, tanggap dan profesional dan pemikiran yang konstruktif merupakan bekal utama dalam gawe besar kembali mengangkat martabat bangsa sejajar dengan negara maju lainnya di kawasan. Pada tahun 2004 kita akan menyongsong Pemilihan Umum untuk memilih Wakil-wakil Rakyat tanggal 5 April 2004, dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI secara langsung tanggal 3 Juli 2004. Kendatipun sampai saat ini kita belum mengetahui secara jelas Parpol mana saja sebagai kontestan, demikian pula siapa saja yang akan berlaga sebagai anggota legislatif, namun paling tidak kita sudah mulai aktif dalam proses Pemilu dengan cara mendaftarkan diri sebagai pemilih. Akhirnya dalam kesempatan yang baik ini pula, khususnya kepada Saudara-saudara yang melaksanakan ibadah puasa, saya ingin menyampaikan ucapan “Selamat melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1424 H, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT”. Sekian dan terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr.Wb. Bandar Seri Begawan, 28 Oktober 2003 |
|||

Copyright (c) 2000-2003 Embassy of the Republic of Indonesia to Negara Brunei Darussalam