LIPUTAN MEDIA CETAK
SAAT KUNJUNGAN SULTAN BRUNEI DARUSSALAM KE
INDONESIA
MEDIA CETAK BRUNEI
News
Express
Sunday,
7 May 2000
HM PLEDGES ECONOMIC
HELP
HM MEET INDON
PRESIDENT
Bandar Seri Begawan, Sat: Bilateral
issues affecting both Brunei and Indonesia were among the topics
discussed between His Majesty the Sultan and Yang
DiPertuan of Brunei Darussalam Sultan Haji Hassanal
Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah and the Indonesian President Haji
Abdurrahman Wahid at Istana Merdeka in Jakarta yesterday.
His
Majesty arrived in Jakarta on Friday night for a short working
trip to the Indonesian capital.
The royal flight touched down
at the Halim Perdana Kusuma Airport at about 9.30pm local
time.
His Majesty was met upon arrival by the Indonesian
President, Indonesian Foreign Minister Alwi Shihab, the
Governor of Jakarta, Sutiyoso and the Indonesian Ambassador
to Brunei Darussalam, Rahardjo Djojonegoro.
His Majesty's
visit was on the invitation of the Indonesian President who had
visited Brunei recently.
Also at the airport to greet
His Majesty was Brunei's Charge d'Affairs in Jakarta,
Pengiran Sahari as well as officers and staff of the Brunei
Embassy in Jakarta.
His Majesty's programme began with a
meeting with the Indonesian President where they discussed
bilateral relations and other regional and international
issues.
His Majesty was accompanied by his Special Adviser and
Home Affairs Minister, Pehin Orang Kaya Laila Setia Bakti Diraja
Dato Laila Utama Haji Isa, the Permanent Secretary in the Prime
Minister's Department, Pehin Orang Kaya Seri Utama Dato Seri
Paduka Haji Yahya, the Permanent Secretary in the Ministry of
Foreign Affairs Pehin Orang Kaya Pekerma Dewa Dato Seri Paduka Lim
Jock Seng and Pengiran Sahari.
After the meeting, His Majesty
was feted to a luncheon by the Indonesian President.
After
lunch, His Majesty granted an audience to the Indonesian Deputy
President, Mrs. Megawati Sukarnoputri.
During his visit, His
Majesty also visited the Jakarta chapter of the Indonesia
Badminton Association where he played a friendly match against
Indonesia's former world champion Joko Supriyanto.
His Majesty
departed for home from Jakarta tonight. Meanwhile. AFP
reports from Jakarta that His Majesty has pledged more investment
in Indonesia to help speed up the economic recovery of his
crisis-hit neighbour according to Indonesian Foreign Affairs
Minister Alwi Shihab.
"The Sultan said (Brunei) would increase
investment in Indonesia," Shihab was quoted by the state news
agency Antara as saying, after talks between His Majesty and
President Abdurrahman Wahid at the state palace.
Shihab said
Wahid had told His Majesty that investors from Brunei should not
worry about the security situation in Indonesia.
"The
developments in Aceh and the Maluku should not worry investors,"
he said after the talks, referring to the violance between
separatists and troops in the restive province of Aceh and
sectarian strife in the Eastern Maluku islands which has claimed
thousands of live.
Shihab also said the two sides had agreed to
set up an investment center at the border area between the two
states on Borneo island.-
Pelita Brunei
Sabtu,
10 Mei 2000
LAWATAN KERJA KE INDONESIA ERATKAN LAGI
PERHUBUNGAN
JAKARTA, 6 Mei. - Kebawah
Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal
Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah, Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara
Brunei Darussalam pagi tadi telah berkenan mengadakan perjumpaan
dengan Presiden Republik Indonesia, Tuan Yang Terutama Bapak K. H.
Abdurrahman Wahid di Istana Merdeka, Jakarta di sini.
Keberangkatan baginda di
perkarangan istana itu dialu-alukan oleh Presiden Republik
Indonesia.
Seterusnya baginda bersama
Tuan Yang Terutama Bapak K.H. Abdurrahman Wahid mengadakan
perjumpaan empat mata, yang dalam perjumpaan itu baginda dan
Presiden Republik Indonesia telah membincangkan dan bertukar-tukar
pandangan dengan usaha-usaha kerjasama bagi mengeratkan lagi
hubungan di antara kedua-dua buah negara serta juga dibincangkan
mengenai isu-isu serantau dan antarabangsa yang berkepentingan
bersama.
Hadir dalam majlis
perjumpaan itu ialah Penasihat Khas Kebawah Duli Yang Maha Mulia
di Jabatan Perdana Menteri merangkap Menteri Hal Ehwal Dalam
Negeri, Yang Berhormat Pehin Orang Kaya Laila Setia Bakti Diraja
Dato Laila Utama Haji Awang Isa; Setiausaha Tetap di Jabatan
Perdana Menteri, Yang Dimuliakan Pehin Orang Kaya Seri Utama Dato
Seri Paduka Haji Awang Yahya; Setiausaha Tetap di Kementerian Hal
Ehwal Luar Negeri, Yang Dimuliakan Pehin Orang Kaya Pekerma Dewa
Dato Seri Paduka Awang Lim Jock Seng dan Kuasausaha Sementara di
Jakarta, Pengiran Sahari bin Pengiran Haji Salleh.
Selepas perjumpaan itu
diikuti dengan Majlis Jamuan Tengah Hari yang disembahkan oleh
Presiden Republik Indonesia yang diadakan di Istana Negara.
Sebelah petangnya, Kebawah
Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan dan Yang
Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam berkenan menerima mengadap
Wakil Presiden Republik Indonesia, Puan Yang Terutama Ibu Megawati
Soekarnoputri berlangsung di Hotel Grand Hyatt di mana baginda
bersemayam sepanjang lawatan.
MEDIA CETAK INDONESIA
Kompas
Minggu,
7 Mei 2000
Gus Dur-Sultan
Bolkiah
Perlu
Dibuka Sentra Bisnis di Perbatasan
Jakarta,
Kompas
Pemerintah Indonesia
dan Brunei memandang perlu dibuka sentra bisnis dan investasi di
wilayah perbatasan untuk menghindari adanya kecemburuan.
Kedua negara sepakat mempererat hubungan dengan Malaysia,
khususnya di bidang kebudayaan.
Dengan penuh keakraban, Gus Dur
menyambut kedatangan Sultan Bolkiah di tangga istana.
Sama-sama mengenakan batik, keduanya pun saling bersalaman.
Selain Alwi Shihab, Gus Dur antara lain didampingi Sekretaris
Presiden Djoko Mulyono, Sekretaris Pengendalian Pemerintahan
Bondan Gunawan, dan puterinya Zannuba Arifah. Sedangkan
Sultan Bolkiah disertai 14 anggota rombongan antara lain
didampingi Mendagri Dato Haji Isa dan Mufti Kerajaan Dato Awang
Abdul Azis.
Usai bertemu Presiden di Istana Merdekadan
dilanjutkan santap siang di Istana Negara, Sultan
Bolkiah menerima kunjungan kehormatan Wakil Presiden Megawati
Soekarnoputri di Hotel Grand Hyatt. Pada pertemuan ini,
Wapres Megawati antara lain didampingi Menlu Alwi Shihab.
Ikut hadir pada acara santap siang ini Menko Ekuin Kwik Kian
Gie.
Menurut Shihab, tinggal Malaysia yang berbatasan langsung
dengan Indonesia di Kjalimantan, yang perlu
didekati. "Jika ketiga negara sepakat, kan kita bisa
menciptakan sentra bisnis dengan pabrik kertas, perkayuan,
umpamanya," ujarnya.
Sultan juga sepakat, tambah Shihab, untuk
meningkatkan hubungan kebudayaan dengan Indonesia dan
Malaysia. "Kalau ada buku-buku kuno di ketiga negara, mari
kita persatukan, terjemahkan, kita edit, supaya masyarakat tahu
bahwa hubungan ketiga negara ini sangat kokoh,"
katanya.
Tak perlu
khawatir
Dalam pertemuan yang
berlangsung lebih satu jam itu, kata Shihab, Sultan mengajukan
pertanyaan tentang Aceh, Maluku, keadaan dalam negeri,
termasuk hasil pertemuan menteri-menteri negara Teluk.
"Sultan menerima penjelasan langsung dari Presiden, yang
kesemuanya menunjukkan tidak perlu khawatir kalau mau investasi,"
katanya.
Sementara itu tentang kasus Aceh, kata Shihab, Gus Dur
mengatakan akan ada kesepakatan yang bakal ditandatangani di
Geneva. Kesepakatan itu merupakan titik awal bagi perdamaian
menyeluruh di Aceh.
Menurut Shihab, Sultan Brunei menjanjikan
bea siswa bagi teknisi Indonesia untuk belajar tentang perminyakan
di Brunei. "Semua yang saya ucapkan, bisa segera dilakukan.
Tidak ada yang lama-lam," tegasnya.
(mba/osd)
The
Jakarta Post
Senin, 8 Mei 2000
Brunei
Sultan Hassanal Bolkiah Visit.
Establishing
joint business centers was one of the solutions agreed on by
visiting Brunei Sultan Hassanal Bolkiah and President Abdurrahman
Wahid to bridge the disparity between bullock cart owners and
Mercedes-Benz car owners. During a meeting in Jakarta on Saturday
(May 6), the two leaders agreed to develop, together with
Malaysia, business and industrial centers around the border areas
of the three countries on Borneo island.
Indonesian Minister of Foreign Affairs Alwi Shihab said
joint economic activities would be able to reduce social tensions
due to the severe economic gap among the people living in the
area. Alwi cited timber and pulp factories as among the most
potential sectors to be developed. "Our people near the border,
for instance, see Bruneians driving Mercedes while they themselves
only drive bullock carts. So in eliminating the jealousy,
investment must be boosted around the borders," said Alwi after
attending the meeting at Merdeka Palace. The Sultan arrived in
Jakarta on Friday (May 5) evening for a two-day working visit, as
a courtesy following Abdurrahman's stop in Bandar Seri Begawan on
Feb. 27.
According
to Alwi, Bolkiah asked Abdurrahman during the meeting about the
latest developments in Indonesia, especially in the troubled
provinces of Aceh, Maluku and North Maluku. The President also
briefed Bolkiah on the planned signing of a note of understanding
for a humanitarian pause between Indonesia and the Free Aceh
Movement (GAM) in Geneva next week. Abdurrahman assured his guest
that the Aceh problem would be resolved soon and convinced him not
to hesitate in investing in Aceh or other parts of the country.
"The signing in Geneva will become a starting point toward peace
for Aceh people. And the sultan was happy to obtain the
explanation," said Alwi. The sultan promised to step up investment
in Indonesia. He also offered scholarships for Indonesian students
who want to study in the oil industry in Brunei. Bolkiah left
Jakarta on Saturday evening. (The Jakarta Post)